Produktivitas
5 Prompt AI yang Saya Pakai untuk Riset dan Outline Artikel Blog
14 Oktober 2026
Menulis blog secara konsisten butuh proses yang bisa diulang, bukan cuma menunggu ide datang. Berikut beberapa prompt AI yang biasa saya pakai di tahap riset dan outline — sebelum menulis draf final sendiri.
1. Riset Sudut Pandang yang Belum Banyak Dibahas
“Topik [X] sudah banyak ditulis orang. Tolong list 5 sudut pandang atau pertanyaan yang jarang dibahas secara mendalam tentang topik ini, yang tetap relevan untuk pembaca pemula-menengah.”
Prompt ini membantu menghindari menulis artikel yang isinya mengulang apa yang sudah ada di halaman pertama Google.
2. Menyusun Outline Berbasis Search Intent
“Buatkan outline artikel untuk kata kunci ‘[kata kunci]’. Asumsikan pembaca mencari jawaban praktis, bukan teori panjang. Sertakan bagian yang menjawab pertanyaan ikutan yang biasanya muncul di ‘People Also Ask’.”
3. Menyederhanakan Penjelasan Teknis
“Jelaskan ulang paragraf berikut seolah-olah untuk pembaca yang baru pertama kali dengar istilah ini, tanpa menghilangkan detail teknis yang penting: [tempel paragraf].”
Berguna untuk topik teknis (seperti Core Web Vitals atau RPM/CPC) yang gampang jadi terlalu jargon-heavy.
4. Audit Sebelum Publish
“Baca draf ini sebagai editor yang ketat. Tandai klaim yang terdengar berlebihan, kalimat yang ambigu, dan bagian yang kurang contoh konkret: [tempel draf].”
5. Menyusun Judul Alternatif untuk A/B Test
“Buatkan 8 alternatif judul untuk artikel tentang [topik], variasikan antara gaya ‘how-to’, gaya angka/listicle, dan gaya pertanyaan. Target pembaca: [deskripsi pembaca].”
Catatan Penting
AI di sini berperan sebagai asisten riset dan editor, bukan pengganti suara dan pengalaman asli penulis. Pembaca (dan Google) semakin mudah mengenali konten yang terasa generik — pastikan draf akhir tetap melalui proses edit manusia sebelum publish.